Staregi Merencanakan Pendidikan Anak Bagi Orang Tua Indonesia
Bagi banyak orang tua di Indonesia, pendidikan anak adalah komitmen finansial terbesar yang akan mereka hadapi sepanjang hidup. Tantangan terberat yang akan dihadapi salah satunya adalah mempersiapkan biaya yang akan terus meningkat setiap tahun. Tanpa perencanaan yang matang, beban ini dapat mengganggu kestabilan keuangan keluarga dalam jangka panjang.
Biaya pendidikan jarang datang sekaligus, tetapi akumulasinya sangat besar. Karena itu, keputusan yang diambil sejak awal akan sangat menentukan seberapa ringan atau berat beban di masa depan.
Seberapa Besar Biaya Pendidikan Sebenarnya
Sebagai gambaran kasar, biaya pendidikan dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah dapat berkisar antara puluhan hingga puluhan juta rupiah per tahun. Untuk jenjang universitas, biayanya bisa mencapai puluhan juta rupiah per tahun, dan akan jauh lebih tinggi jika memilih program internasional atau studi ke luar negeri. Jika dijumlahkan selama 15 hingga 20 tahun, total biaya pendidikan untuk satu anak dapat mencapai ratusan juta rupiah. Kesalahan yang sering terjadi adalah mengAndalkan penghasilan di masa depan untuk menutup semua biaya ini. Padahal, inflasi dan kenaikan biaya pendidikan membuat pendekatan tersebut penuh risiko.
Mengapa Memulai Lebih Awal Sangat Penting
Waktu adalah faktor paling berharga dalam perencanaan pendidikan. Jika menunggu hingga anak memasuki sekolah menengah, jumlah uang yang harus disisihkan setiap bulan akan jauh lebih besar dan terasa lebih menekan.
Sebaliknya, memulai menyisihkan dana pendidikan lebih awal membuat biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar. Dengan jangka waktu yang panjang, tekanan terhadap arus kas keluarga menjadi lebih ringan, dan peluang pertumbuhan aset menjadi lebih besar. Selain mengurangi beban finansial, mempersiapkan lebih awal juga bisa mengurangi stres.
Jangan Mengorbankan Masa Depan Anda Sendiri
Banyak orang tua rela mengorbankan tabungan pensiun demi pendidikan anak. Meskipun niatnya baik, keputusan ini bisa menciptakan masalah di kemudian hari. Anak masih memiliki kemungkinan mendapatkan beasiswa atau bantuan pendidikan, tetapi seseorang tidak bisa meminjam untuk membiayai masa pensiunnya sendiri. Menjaga keseimbangan antara kebutuhan anak dan masa depan pribadi adalah bagian penting dari perencanaan keuangan yang sehat.
Membangun Dana Pendidikan Secara Bertahap
Perencanaan pendidikan paling efektif ketika dimulai lebih awal dan dijalankan secara konsisten. Reksa dana memungkinkan orang tua membangun dana pendidikan secara bertahap, tanpa harus menyediakan dana besar di awal. Dengan pendekatan ini, beban finansial di tahun-tahun akhir pendidikan anak dapat dikurangi secara signifikan.
Di SayaKaya, Anda dapat memilih reksa dana yang sesuai dengan jangka waktu dan tujuan pendidikan anak. Di SayaKaya Anda bisa memulai membangun aset untuk persiapan pendidikan anak dengan berbagai pilihan instrumen investasi yang sesuai dengan pendidikan anak Anda.
Lihat Blog Lainnya
Bagaimana Cara Menggunakan Fitur Multiple Subs?
Apa itu Multiple Subs?
Baca Selengkapnya
Investasi vs Menabung: Kapan Waktu yang Tepat?
Banyak orang di Indonesia sering bertanya, “lebih baik menabung atau berinvestasi?” Pertanyaan ini wajar, karena keduanya sama-sama penting dalam kehidupan finansial. Namun, menempatkan keduanya sebagai pilihan yang saling menggantikan seringkali menyesatkan. Dalam praktiknya, menabung dan berinvestasi memiliki fungsi yang berbeda.
Baca Selengkapnya
Bagaimana Cara Menggunakan Fitur SKYfolio
Apa Itu SKYfolio?
Baca Selengkapnya
